Logo Jember

PAPUMA

Kabupaten Jember

Pertanggungjawaban kinerja Pemerintah Untuk Masyarakat

Kabupaten Jember, Jawa Timur

Indikator Kinerja Utama (IKU)

Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan

Keterangan Warna Capaian:
>= 100% Tercapai
80% - 99,9% Hampir Tercapai
< 80% Belum Tercapai
No Indikator Kinerja Utama Satuan Baseline (2024) Target Realisasi % Capaian Sumber Data Formula Perhitungan Definisi Operasional Keterangan File Bukti
1 Persentase Kontribusi Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan terhadap PDRB Daerah % 25,71 26,81 25,42 94,8154% BPS Presentase PDRB sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dibagi dengan total PDRB Daerah yang diukur atas dasar harga konstan (ADHK) Ukuran yang menunjukkan besarnya sumbangan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) total suatu daerah pada periode tertentu. Data diambil dari Dinas yang berhubungan dengan Pertanian, Kehutanan dan Perikanan yang diolah oleh BPS Kabupaten Jember. Capaian Realisasi Persentase Kontribusi Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan merupakan Capaian tahun 2025 yaitu sebesar 25,71 yang bersumber dari data BPS. Lihat File
2 Persentase Peningkatan Produktivitas Komoditas Unggulan Tanaman Pangan % 0,24 0,3 0,23 76,6667% DInas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Total Produktivitas tahun berjalan (t) dikurangi Produktivitas tahun sebelumnya (t-1) dibagi Produktivitas tahun sebelumnya (t-1) dikalikan 100%. Mengukur Peningkatan hasil produksi per satuan luas (kw/ha) komoditas unggulan Tanaman Pangan (Padi dan Jagung) dari tahun sebelumnya ke tahun berjalan. Data Produksi dan Luas Panen diperoleh dari hasil survey, observasi dan pencatatan petugas pengolah data lapangan (PPL) yang dikumpulkan setiap bulan dan dilaporkan kepada Koordinator Pengumpul Data Dinas Capaian Realisasi Persentase Peningkatan Produktivitas Komoditas Unggulan Tanaman Pangan merupakan capaian peningkatan produktivitas Tanaman Pangan Unggulan (Padi dan Jagung) pada Triwulan II 2026 dengan perbandingan produktivitas Tanaman Pangan Unggulan (Padi dan Jagung) Triwulan II 2025. Lihat File
3 Persentase Peningkatan Produktivitas Komoditas Unggulan Tanaman Hortikultura % 5 3 5,06 120% DInas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Total Produktivitas tahun berjalan (t) dikurangi Produktivitas tahun sebelumnya (t-1) dibagi Produktivitas tahun sebelumnya (t-1) dikalikan 100%. Mengukur Peningkatan hasil produksi per satuan luas (kw/ha) komoditas unggulan Tanaman Hortikultura (Cabe Rawit dan Apokad) dari tahun sebelumnya ke tahun berjalan. Data Produksi dan Luas Panen diperoleh dari hasil survey, observasi dan pencatatan petugas pengolah data lapangan (PPL) yang dikumpulkan setiap bulan dan dilaporkan kepada Koordinator Pengumpul Data Dinas Capaian Realisasi Persentase Peningkatan Produktivitas Komoditas Unggulan Tanaman Pangan merupakan capaian peningkatan produktivitas Hortikultura Unggulan (Cabe Rawit dan Apokad) pada Triwulan II 2026 dengan perbandingan produktivitas hortikultura Unggulan (Cabe Rawit dan Apokad) Triwulan II 2025. Lihat File
4 Persentase Peningkatan Produktivitas Komoditas Unggulan Tanaman Perkebunan % 0,15 0,1 0,07 70% DInas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Total Produktivitas tahun berjalan (t) dikurangi Produktivitas tahun sebelumnya (t-1) dibagi Produktivitas tahun sebelumnya (t-1) dikalikan 100% Mengukur Peningkatan hasil produksi per satuan luas (kw/ha) komoditas unggulan Perkebunan (Tembakau dan Kopi) dari tahun sebelumnya ke tahun berjalan. Data Produksi dan Luas Panen diperoleh dari hasil survey, observasi dan pencatatan petugas pengolah data lapangan (PPL) yang dikumpulkan setiap bulan dan dilaporkan kepada Koordinator Pengumpul Data Dinas Capaian Realisasi Persentase Peningkatan Produktivitas Komoditas Unggulan Tanaman Pangan merupakan capaian peningkatan produktivitas Tanaman Perkebunan (Tembakau dan Kopi) pada Triwulan II 2026 dengan perbandingan produktivitas Perkebunan (Tembakau dan Kopi) Triwulan II 2025. Lihat File
5 Nilai tambah produk unggulan daerah % - 2 indikator baru, perhitungan akhir tahun 0% DInas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Nilai Produk Olahan dikurangi Nilai Bahan Baku dibagi Nilai Bahan Baku dikali 100% ukuran yang digunakan untuk mengetahui besarnya peningkatan nilai ekonomi suatu produk setelah melalui proses pengolahan, pengemasan, atau peningkatan mutu dibandingkan nilai bahan baku awalnya, yang dinyatakan dalam persentase. Produk Unggulan yang dimaksut adalah produk unggulan Tanaman Pangan, Produk unggulan hortikultura dan produk unggulan Perkebunan Kabupaten Jember Capaian Penilaian Produk Unggulan diukur pada akhir tahun Belum Ada
6 Luas Lahan pertanian yang berkelanjutan Ha 86.358,78 86.732,37 86.732,37 100% Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Total Jumlah Luas Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) sesuai dengan SK Luas Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) Kabupaten Jember luas bidang lahan pertanian yang ditetapkan untuk dilindungi dan dikembangkan secara konsisten guna menghasilkan pangan pokok bagi kemandirian, ketahanan, dan kedaulatan pangan daerah maupun nasional Jumlah Luas Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) tahun 2025 seluas 86.732,37 ha Lihat File
7 Nilai SAKIP Perangkat Daerah nilai 78,2 81 81,7 100,8642% Penilaian LHE Inspektorat Mengukur tingkat akuntabilitas kinerja instansi pemerintah daerah berdasarkan evaluasi dari Kementerian PANRB Nilai SAKIP (Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) adalah skor yang diberikan melalui evaluasi terhadap perencanaan, pengukuran, pelaporan, evaluasi, dan capaian kinerja perangkat daerah. Nilai ini menunjukkan seberapa baik tata kelola kinerja organisasi. Rentang nilai biasanya 0–100 dengan predikat (AA, A, BB, B, CC, C, D) - Lihat File